
Kota Malang, blok-a.com – Empat tahun berlalu sejak tragedi Kanjuruhan, warga Malang masih menyuarakan tuntutan keadilan untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa pada 1 Oktober 2022 itu menewaskan 135 orang dan meninggalkan duka bagi keluarga korban serta masyarakat Malang. Setiap peringatan 1 Oktober, ingatan terhadap tragedi tersebut kembali disuarakan oleh warga Malang.
Salah satunya disampaikan Ambon Fanda, salah satu massa aksi dalam peringatan empat tahun tragedi Kanjuruhan di Kota Malang, Kamis (1/10/2026).
Ambon mengatakan, kehadirannya dalam peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mengingat tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Menurutnya, ingatan terhadap tragedi tersebut perlu terus dirawat agar tidak hilang seiring berjalannya waktu.
“Merawat asa, sebenarnya kita hanya merawat asa agar tidak dilupakan. Tragedi yang sudah jelas di depan mata tidak mudah untuk dilupakan. Harapan saya pemerintah tidak abai akan hal ini,” katanya.
Ia menjelaskan, tuntutan yang masih dibawa hingga empat tahun setelah tragedi adalah keadilan bagi keluarga korban. Ambon juga ingin menunjukkan bahwa warga Malang masih peduli terhadap persoalan tersebut.
“Tetap mengingat hari 1 Oktober yang kelam itu, tuntutannya tetap keadilan agar menyampai sampai kepada keluarga korban. Tentunya bisa dilihat semua orang bahwa anak Malang tidak diam saja,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan keadilan bagi keluarga korban masih menjadi hal yang dipertanyakan. Ia menilai hukuman yang telah dijatuhkan belum mencerminkan rasa keadilan yang diharapkan keluarga korban.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber