Suasana di depan Balai Kota Malang mendadak hening pada Kamis (1/10) malam. Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat sipil dan Aremania menggelar aksi teatrikal.peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 135 orang.

Massa mulai berkumpul sejak sore, sambil membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan Justice for 135+ dan Stop Talking About Kanjuruhan. Di tengah aksi, lilin-lilin dinyalakan untuk mengelilingi sebuah kaus bertuliskan Justice For The 135+.

Suasana terasa semakin emosional ketika nama-nama korban dibacakan satu per satu, yang kemudian langsung diiringi dengan lantunan Al-Fatihah. Nama yang telah dipanggil lalu dimasukkan ke dalam wadah hitam yang diangkat oleh boneka kayu bertubuh tertancap.

Koordinator Aksi Kamisan, Eko, yang menjadi fasilitator aksi ini menyatakan peringatan tahun keempat ini membawa pesan tegas agar publik tidak berhenti menyuarakan tragedi tersebut.

Aksi teatrikal ini, kata dia, menjadi simbol bahwa ingatan terhadap kelamnya tragedi 1 Oktober 2022 silam itu terus dirawat oleh keluarga, pendamping korban, Aremania dan masyarakat sipil.

Menurut Eko, keadilan belum juga berpihak pada korban meski berbagai langkah hukum telah ditempuh selama empat tahun terakhir.

“Sepanjang empat tahun berlangsung banyak hal yang sudah terjadi. Teman-teman keluarga korban, pendamping korban, lembaga bantuan hukum sudah sangat berupaya melakukan segala macam upaya, baik litigasi maupun nonlitigasi. Namun, usut tuntas itu tidak pernah terjadi dan terealisasi,” ujarnya.

Buntu-nya jalur hukum tersebut membuat massa aksi kini menggeser fokus mereka pada penguatan kampanye moral agar isu ini tidak hilang ditelan ingatan dan waktu yang terus berjalan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *