
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Deru tambur, simbal, dan gerakan akrobatik barongsai memenuhi GOR Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2026). Sebanyak 25 tim dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali mengikuti Kejuaraan Barongsai dan Naga Wali Kota Kediri Cup 2026 yang digelar selama dua hari hingga Ahad (4/10/2026).
Kejuaraan tersebut menjadi ajang barongsai dan naga pertama yang digelar Kota Kediri dalam format kompetisi ini. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut tidak hanya melahirkan atlet baru, tetapi juga menjadi pintu masuk pengembangan sport tourism dan menggerakkan ekonomi kota.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kebanggaan bagi Kota Kediri. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan barongsai berkembang semakin luas sebagai olahraga prestasi.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Kediri karena dipercaya untuk menyelenggarakan kejuaraan Barongsai dan Naga,” kata Qowimuddin di sela pertandingan.
Barongsai memang telah bergerak jauh dari sekadar seni pertunjukan. Federasi Olahraga Barongsai Indonesia atau FOBI mencatat barongsai resmi menjadi cabang olahraga prestasi setelah diterima menjadi anggota KONI Pusat pada 2013.
FOBI kini telah memiliki jaringan di 29 provinsi. Berdasarkan data keanggotaan federasi, terdapat sekitar 2.000 atlet aktif dan sekitar 500 klub barongsai, pekingsai, dan naga di Indonesia, dengan sekitar 400 klub telah terdaftar sebagai anggota FOBI.
Perkembangan tersebut membuat kompetisi seperti Wali Kota Kediri Cup mempunyai fungsi yang lebih luas. Atlet tidak hanya tampil untuk hiburan, tetapi bertanding dengan teknik, ketepatan, kekuatan fisik, koordinasi, dan standar penilaian olahraga.
“Barongsai sekarang tidak hanya sekadar seni, tetapi sudah masuk cabang olahraga. Ini menjadi kesempatan untuk mencari bibit dan mempersiapkan atlet,” ujar Qowimuddin.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber