Jawa Timur menyimpan banyak peninggalan arkeologi yang menjadi jejak kehidupan masyarakat pada masa lalu. Salah satunya adalah sumur jobong, jenis sumur kuno yang ditemukan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Berbeda dengan sumur pada umumnya, sumur jobong memiliki bentuk khas berupa susunan tanah liat berbentuk silinder yang dibakar hingga menyerupai batu bata. Keberadaan sumur kuno ini menjadi salah satu bukti adanya kehidupan masyarakat di kawasan tersebut pada masa lampau.

Berdasarkan hasil peninjauan awal Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, struktur sumur tersebut memiliki kemiripan dengan sumur dari era Kerajaan Majapahit. Lantas, apa itu sumur jobong, dan di mana saja lokasinya?

Mengutip laman resmi Vokasi Unair, sumur jobong adalah sumur tradisional yang menggunakan susunan tanah liat berbentuk bulat sebagai dindingnya. Material tersebut dibakar hingga menjadi semacam batu bata berbentuk silinder yang kemudian disusun bertingkat.

Nama “jobong” merujuk pada material dan bentuk penyusun dinding sumur tersebut. Salah satu lokasi penemuan sumur jobong adalah Peneleh Surabaya. Sumur tersebut diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Majapahit, dan disebut memiliki kaitan dengan kehidupan masyarakat pada sekitar tahun 1430.

Pada masa lalu, fungsi sumur jobong tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air sehari-hari. Sumur tersebut juga diperkirakan digunakan untuk kegiatan ritual keagamaan dan pertanian dalam skala kecil, seperti menyiram tanaman ketika musim kemarau.

Salah satu lokasi sumur jobong berada di Kampung Pandean, Jalan Pandean Gang I, RW 13 RT 10, Kelurahan Peneleh. Lokasinya berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Rumah-rumah di sekitar lokasi berdiri berdekatan, dengan bagian depan rumah berbatasan langsung dengan jalan kampung yang memiliki lebar sekitar 3-4 meter.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *