:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ritual-minta-hujan.jpg)
SURYA.CO.ID JOMBANG – Di tengah sawah yang masih kering dan belum bisa ditanami, warga Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar tradisi memandikan kucing belang telon atau condromowo, Minggu (4/10/2026).
Tradisi yang digelar saat kemarau panjang itu menjadi ikhtiar sekaligus doa warga agar hujan segera turun, sehingga sawah kembali mendapatkan pasokan air dan petani dapat memulai masa tanam.
Matahari terasa menyengat ketika sejumlah warga berkumpul di tengah hamparan sawah Dusun Banjarsari. Namun, bukan aktivitas membajak, mencangkul, atau menebar benih yang menjadi perhatian.
Seekor kucing belang telon atau condromowo justru menjadi bagian utama prosesi. Kucing tersebut dimandikan menggunakan air dawet dan air kembang.
Bagi masyarakat Dusun Banjarsari, ritual tersebut bukan sekadar tontonan budaya. Tradisi itu dilakukan ketika kemarau berlangsung cukup panjang dan hujan tak kunjung turun.
Samiaji Mijek, pegiat seni sekaligus tokoh masyarakat Dusun Banjarsari, mengatakan tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang masih dipertahankan warga.
Tradisi itu tidak digelar setiap kali musim kemarau datang. Warga melaksanakannya ketika musim kering dirasa sudah terlalu panjang dan hujan belum juga turun.
“Ini tradisi intinya minta hujan. Karena kemarau dirasa sudah terlalu panjang, petani berinisiatif melakukan tradisi ini sebagai doa kepada Tuhan agar segera turun hujan,” ucap Mijek dalam keterangan yang ditulis SURYA.CO.ID Senin (5/10/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber