Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan untuk segera memperluas jaringan armada bus Trans Jatim hingga menembus koridor Mojokerto–Jombang. Langkah ini dinilai mendesak guna menghadirkan transportasi publik terintegrasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat umum, ribuan santri, hingga peziarah wisata religi.
Wakil Ketua DPRD Jatim, Hidayat, mengungkapkan bahwa usulan perluasan rute ini telah disampaikan secara resmi kepada Dinas Perhubungan Jatim. Menurutnya, Jombang memegang peranan strategis sebagai bagian dari kawasan aglomerasi lingkar Surabaya (Gerbangkertosusila) dengan tingkat mobilitas warga yang sangat tinggi.
“Jombang ini bagian dari lingkar Surabaya dengan pergerakan masyarakat yang luar biasa padat. Indikatornya jelas, armada bus antarkota di jalur tersebut selalu dipenuhi penumpang sejak titik keberangkatan dari Jombang,” tegas Hidayat saat ditemui di Surabaya, Selasa (6/10/2026).
Hidayat yang juga menjabat Penasihat Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini menjelaskan, karakteristik wilayah Jombang sangat unik dibanding daerah pendukung aglomerasi lainnya. Selain pergerakan pekerja harian, wilayah ini menjadi salah satu episentrum pendidikan Islam dan destinasi wisata religi terbesar di Jawa Timur.
Di Jombang berdiri sejumlah pondok pesantren besar—seperti Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, hingga Peterongan—yang menampung puluhan ribu santri dari berbagai penjuru tanah air. Kondisi ini berpadu dengan keberadaan makam para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama serta tokoh-tokoh ulama bangsa yang saban hari didatangi puluhan ribu peziarah.
“Aktivitas di kawasan pesantren dan situs religi memicu mobilitas massa yang masif. Di Peterongan saja ada lebih dari 10 ribu santri asal luar daerah, belum lagi di Tebuireng dan tempat lainnya. Kehadiran Trans Jatim akan menjadi angin segar yang mempermudah aksesibilitas santri, wali santri, dan masyarakat peziarah,” terangnya.
Ia menambahkan, keterisian penumpang (okupansi) bus Trans Jatim di koridor yang sudah berjalan terbukti konsisten berada di atas 100 persen. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber