Blitar (beritajatim.com) – Kondisi peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar kini tengah berada di ujung tanduk.

Anjloknya harga telur yang sudah berlangsung selama lebih dari setengah tahun, membuat ratusan peternak rakyat terpaksa turun gunung bertolak ke Gedung DPR RI, Jakarta untuk curhat perihal nasibnya.

Aksi keberangkatan yang direncanakan secara mendadak sejak Selasa (6/10/2026) ini, menjadi puncak keresahan para peternak yang mengaku sudah tidak sanggup lagi menahan kerugian imbas anjloknya harga telur.

Koordinator Peternak Kabupaten Blitar, Rio Yudistira, mengungkapkan bahwa para peternak saat ini benar-benar dalam kondisi menjerit. Bagaimana tidak, harga jual telur di tingkat kandang saat ini hanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 20.500 per kilogram. Bahkan, tak jarang harganya merosot hingga di bawah Rp 20.000.

“Kondisi ini hampir merata di seluruh Kabupaten Blitar. Padahal, Harga Pokok Produksi (HPP) itu idealnya berada di angka Rp 23.500. Sudah enam sampai tujuh bulan ini harga telur terpuruk jauh di bawah HPP,” tegas Rio sesaat sebelum keberangkatan rombongan, Rabu (7/10/2026).

Selain masalah harga telur yang hancur, para peternak juga mendesak pemerintah pusat untuk segera mengatasi persoalan kelangkaan pasokan jagung yang menjadi bahan pakan utama unggas.

Rio menegaskan, kedatangan mereka ke ibu kota bukan tanpa solusi. Para peternak mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi dengan menyerap hasil panen telur dari peternak rakyat. Salah satu jalan keluarnya adalah dengan memaksimalkan suplai telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah.

“Tuntutan kita seperti itu, program MBG harusnya menyerap hasil telur dari peternak rakyat. Ini penting untuk menopang ekosistem peternak agar bisa terus berkarya,” imbuhnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *