JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang terblokir sejak Agustus 2026 dikeluhkan Darminto (45), warga RT 6 RW 3 Kelurahan Baratajaya, Kecamatan

Jawa Timur memiliki kekayaan alam dan pengetahuan tradisional yang besar dalam pemanfaatan tanaman obat. Jamu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama turun-temurun. Namun, di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sistem kesehatan, menjaga tradisi saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengembangkan kekayaan tersebut menjadi Obat Bahan Alam (OBA) yang aman, bermutu, didukung bukti ilmiah, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Inilah salah satu alasan mengapa Rancangan Peraturan Daerah tentang Obat Bahan Alam perlu mendapatkan perhatian serius. Raperda yang merupakan prakarsa DPRD Provinsi Jawa Timur ini disiapkan sebagai landasan baru setelah Perda Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelindungan Obat Tradisional tidak lagi sepenuhnya menjawab perkembangan regulasi dan kebutuhan saat ini.

Indonesia memiliki sekitar 30.000 hingga 40.000 spesies tumbuhan, dan sekitar 9.600 spesies di antaranya diketahui memiliki khasiat obat. Potensi tersebut bukan hanya menyangkut kekayaan hayati, tetapi juga kesehatan, ilmu pengetahuan, pelestarian sumber daya, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Namun, kita perlu melihat kenyataan secara objektif. Hingga 2025, terdapat lebih dari 17.000 produk jamu terdaftar. Sementara itu, jumlah Obat Herbal Terstandar baru sekitar 70 produk dan Fitofarmaka sekitar 20 produk.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan dari pengetahuan empiris menuju produk dengan tingkat pembuktian ilmiah yang lebih tinggi masih menghadapi tantangan.

Karena itu, pengembangan OBA tidak boleh berhenti pada banyaknya produk jamu. Kita perlu mendorong saintifikasi, standardisasi, dan hilirisasi agar kekayaan pengetahuan serta sumber daya alam dapat menghasilkan produk yang semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *