Sarjana Manajemen Pendidikan Islam – STIT – Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam – Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.

JOMBANG – Jangan remehkan warung sederhana di pinggir kali. Di Dusun Krembangan, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ada warung rujak yang justru ramai diburu pelanggan dari berbagai daerah.

Warung milik Marwati (48), atau yang akrab disapa Mbak Wati, tersebut dikenal karena rujaknya memiliki cita rasa khas. Salah satu kunci kelezatannya terletak pada racikan petis yang menjadi resep turun-temurun keluarga.

Marwati telah menjalankan usaha warung rujak tersebut selama sekitar lima tahun. Meski tempatnya sederhana, pelanggan silih berganti datang untuk menikmati rujak dengan bumbu petis khas tersebut.

“Petisnya yang khas turun temurun dari keluarga,” ujar Wati saat ditemui di warungnya, Rabu (7/10/2026).

Soal harga, pelanggan tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu porsi rujak biasa dibanderol Rp8 ribu, sedangkan rujak spesial Rp10 ribu. Sementara seporsi gado-gado juga dijual dengan harga Rp10 ribu.

Dalam sehari, warung tersebut rata-rata melayani sekitar 15 hingga 20 porsi hingga sore hari. Jumlah itu bisa meningkat tajam saat momen Lebaran.

“Sehari bisa sampai 15-20 porsi sampai jam 15.00 sore. Kalau momen Lebaran bisa 55 porsi,” kata Wati.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *