:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/UMKM-Pelatihan-puluhan-pelaku-UMKM-di-terkait-keamanan-pangan-di-Balai-Desa-Tampingm.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Bantuan modal usaha tidak cukup menjadi satu-satunya bekal bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Kemampuan mengelola usaha, menjaga kualitas produk, hingga memastikan keamanan dan kehalalan pangan juga menjadi faktor penting agar usaha bisa bertahan dan tumbuh.
Hal itu menjadi perhatian dalam program Pendampingan Ekonomi Umat yang menyasar 50 pelaku UMKM penerima manfaat di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan ini digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dengan melibatkan KUA Tembelang, Pemerintah Desa Tampingmojo, serta narasumber dari Dinas Kesehatan.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari bantuan penambahan modal usaha yang sebelumnya diberikan BAZNAS kepada para penerima manfaat.
Setelah mendapatkan dukungan permodalan, mereka kemudian didampingi untuk memperkuat kemampuan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Kepala KUA Kecamatan Tembelang Maulana Sudjatmiko mengatakan, pemberian modal harus diikuti pendampingan agar bantuan yang diterima benar-benar memberikan dampak jangka panjang.
“Bantuan modal adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut berkembang menjadi usaha yang produktif, mampu bertahan, dan secara bertahap menjadikan penerima manfaat semakin mandiri,” ucap Maulana secara terpisah kepada Tribunjatim.com, Kamis (8/10/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber