Jember, Blok-a.com — Basis data ketenagakerjaan menjadi aspek krusial bagi Pemerintah Kabupaten Jember dalam merumuskan kebijakan perlindungan pekerja migran. Dalam momentum kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migran Aman guna mendukung program SMK Go Global di Pendopo Wahyawibawagraha pada Kamis (8/10/2026), data riil mengenai persebaran tenaga kerja asal Jember di luar negeri dibuka kepada publik.

Langkah tersebut ditujukan untuk memetakan negara mana saja yang menjadi tujuan utama. Sekaligus mengevaluasi tingkat kerawanan perlindungan hukum para pekerja.

‎Ketersediaan data yang valid sangat penting untuk mengukur sejauh mana penyerapan tenaga kerja asal Jember di luar negeri, berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran terbuka dan peningkatan volume kiriman uang (remitansi) daerah.

Berdasarkan laporan data resmi yang dirilis oleh Kantor Komunikasi Ketenagakerjaan dan Perlindungan Migran Indonesia (KP2MI) per tanggal 7 Oktober 2026. Tercatat sebanyak 1.828 warga Kabupaten Jember secara sah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai belahan dunia.

‎Angka 1.828 PMI tersebut mencerminkan jumlah tenaga kerja legal yang keberangkatannya tercatat secara resmi dalam sistem komputerisasi perlindungan pekerja migran nasional. Dari total populasi pekerja migran asal Jember tersebut, konsentrasi sangat tinggi di kawasan regional tertentu.

Tercatat sebanyak 1.805 PMI asal Jember saat ini sedang aktif bekerja di benua Asia. Meliputi negara-negara seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Sektor pekerjaan yang dimasuki mayoritas bergerak di bidang industri manufaktur, pengolahan, dan sektor jasa domestik.

‎Sementara itu, ekspansi tenaga kerja Jember ke belahan dunia barat juga mulai menunjukkan pertumbuhan, meskipun angkanya masih tergolong kecil. Tercatat sebanyak 16 PMI asal Jember terdata bekerja di benua Eropa. Masing-masing menduduki posisi profesional dan semi-profesional di beberapa negara Uni Eropa.

Sedangkan sisa puluhan tenaga kerja lainnya dilaporkan tersebar secara dinamis di beberapa benua lain. Di antaranya teritori Australia, benua Afrika, serta kawasan benua Amerika Utara dan Amerika Latin.
‎
‎Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menyampaikan bahwa dengan melihat peta distribusi data yang didominasi oleh pasar Asia ini, Pemkab Jember melalui program SMK Go Global akan berusaha melakukan diversifikasi atau perluasan pasar kerja ke negara-negara yang memiliki standar upah lebih tinggi dan sistem perlindungan hukum yang lebih ketat, seperti Eropa dan Australia. Caranya adalah dengan menggenjot kualitas pendidikan vokasional di tingkat SMK agar lulusannya mampu memenuhi standar kompetensi sertifikasi Eropa.
‎
‎“Data 1.828 PMI per Oktober 2026 ini menjadi cermin bagi kita semua. Kita melihat potensi pasar Asia sangat besar, namun kita juga harus mulai berani menembus pasar Eropa dan Australia. Melalui program SMK Go Global, kita mempersiapkan dokumen dan keahlian siswa sejak mereka masih duduk di bangku sekolah, sehingga begitu lulus mereka siap dikirim secara resmi ke negara-negara tersebut dengan posisi kerja yang lebih terhormat sebagai tenaga ahli,” urai Fauzi.
‎
‎Pemkab Jember berkomitmen untuk terus memperbarui data ini secara berkala bekerja sama dengan pihak desa dan kecamatan. Integrasi data adminduk dengan data ketenagakerjaan ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah daerah dalam melakukan monitoring harian terhadap kondisi warga Jember di luar negeri, sekaligus memberikan penanganan cepat apabila terjadi permasalahan hukum atau ketenagakerjaan di negara penempatan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *