
Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mendorong penguatan ekosistem kopi lokal dari petani hingga kedai melalui Festival Kopi (Feskop) 2026 yang melibatkan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kegiatan meracik kopi menggunakan teknik manual brew V60 oleh sejumlah kepala OPD di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan, Jumat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikuperin) Pacitan Muhammad Ali Mustofa, mengatakan, festival tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat rantai produksi dan pemasaran kopi lokal.
Menurut dia, pengembangan kopi daerah membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolah biji kopi, pemilik kedai, hingga pemerintah dan lembaga jasa keuangan.
“Di balik ini semua, ada ruang kolaborasi berbagai pihak dalam rantai produksi kopi, dari hulu hingga hilir,” kata Ali.
Ia menjelaskan, petani berperan dalam penyediaan bahan baku, sedangkan pelaku UMKM mengolah biji kopi menjadi roasted bean atau biji kopi sangrai sebelum dipasarkan dan disajikan kepada konsumen melalui kedai kopi.
Festival tersebut juga melibatkan kepala OPD sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan kopi lokal di lingkungan pemerintah daerah.
Dikuperin sebelumnya menggelar pelatihan untuk membekali para kepala OPD dengan keterampilan meracik kopi menggunakan metode V60.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber