SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO – Wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu udara pada siang hari yang tercatat menembus angka 37 derajat Celsius (°C).

Kondisi terik yang dirasakan menyengat ini dipicu oleh kombinasi fenomena super El Nino serta masifnya alih fungsi lahan di kawasan perbukitan Kendeng selatan.

Kawasan yang dahulu diidentifikasi sebagai hutan jati yang rimbun kini banyak yang berubah menjadi lahan terbuka dan ladang pertanian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menjelaskan, tingginya suhu udara di wilayahnya dipengaruhi sejumlah faktor.

Salah satunya fenomena super El Nino yang membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering.

“Tahun ini kemarau lebih panjang dan kering akibat El Nino, sebagaimana diprakirakan BMKG. Pembentukan awan hujan berkurang, langit cerah, dan sinar matahari langsung memanaskan permukaan,” ujar Agus, dikutip Jumat (9/10/2026). 

Selain faktor cuaca, Agus menyoroti berkurangnya tutupan vegetasi yang dapat memengaruhi kemampuan lingkungan dalam meredam panas.

Menurutnya, tanaman memiliki fungsi penting untuk membantu menjaga keseimbangan suhu melalui penguapan dan pemberian naungan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *