
JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
SURABAYA – Persoalan tiang jaringan milik provider yang berdiri di tengah jalan dan dinilai membahayakan warga menjadi salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat dalam
SURABAYA – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kalijudan ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) tak cukup hanya dengan memindahkan lapak. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga diminta memastikan pedagang bisa melanjutkan usaha, mendapat pendampingan, dan terbebas dari pungutan liar (pungli).
Persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, bersama warga RW 1 Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Selasa (6/10/2026).
Salah seorang warga, Ratna, menyampaikan bahwa para PKL akan diarahkan menempati SWK yang telah selesai dibangun Pemkot Surabaya. Sebelum relokasi dilakukan, pedagang diminta membongkar sendiri lapak yang selama ini digunakan untuk berjualan.
Menurut Ratna, warga pada dasarnya menyambut positif rencana tersebut. Keberadaan SWK dinilai dapat memberikan tempat usaha yang lebih tertata sekaligus mengurangi kekhawatiran pedagang terhadap penertiban di lokasi lama.
“Mereka sebenarnya enak di SWK, Pak. Tidak digusur, jual di sini digusur. Kalau di situ sebenarnya sudah enak, juga tidak dipungut, tidak ada pungutan-pungutan,” ujar Ratna saat menyampaikan aspirasi.
Meski mendukung relokasi, warga menyoroti masa transisi yang harus dilalui para pedagang. Perpindahan lokasi berpotensi memengaruhi aktivitas jual beli, terutama jika pelanggan belum terbiasa datang ke tempat baru.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber