M. H. Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan mengikuti kegiatan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Malang. (Foto: Ist)

Malang: Cinta tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian. Semangat inilah yang menemukan maknanya dalam tajuk “Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur”, melalui rencana pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Dr. (H.C.) Hj. Puan Maharani di Malang.

Rencana tersebut disampaikan M. H. Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, saat kegiatan Konsolidasi Internal Partai dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Sekolah Tahfid ini upaya kecil kami, PDI Perjuangan Jawa Timir membangun kepribadian anak anak. Sebagai bangsa besar harus punya jatidiri, punya karakter.  Karakter perlu dibangun sejak dari anak anak. Al Quran akan hidup dari kepribadian yang diamalkan. Manifestasinya dimulai dari membaca , menghafalkan, memahami, dan mengamalkannya. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., yang akrab disapa Sam Didik, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tahfidz merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai moral dan spiritual bagi generasi penerus.

“Pembangunan sekolah tahfidz Al-Quran ini bukan sekadar mendirikan lembaga pendidikan, melainkan menyiapkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat. Sebab, membangun masa depan tidak cukup dengan mencerdaskan pikiran, tetapi juga harus memuliakan budi pekerti,” ungkap Sam Didik.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan ikhtiar dalam menerjemahkan gagasan M.H. Said Abdullah agar PDI Perjuangan memiliki Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Dr. (H.C) Hj. Puan Maharani,

“Bagi kami, gagasan-Ide Buya Said Abdullah adalah amanah pemikiran yang patut diteladani dan diwujudkan. Kami meyakini, politik pengabdian tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi tentang bagaimana gagasan menjelma manfaat bagi masyarakat. Inilah makna Pertalian Cinta: mempertemukan ideologi dengan tindakan, nilai dengan pengabdian, serta partai dengan kehidupan rakyat,” tutur politisi asal Kecamatan Dau, yang lebih akrab disapa adeng tersebut.

Semangat ini selaras dengan nilai-nilai yang senantiasa ditekankan Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, tentang pentingnya membumikan Pancasila, merawat gotong royong, dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada rakyat.

Sebab, ideologi yang hidup bukan sekadar diucapkan, melainkan diwujudkan. Dan cinta yang sejati bukan sekadar dirayakan, melainkan diwariskan melalui karya, pendidikan, serta pengabdian yang manfaatnya melampaui zaman.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *