
TULUNGAGUNG, DISWAYMALANG.ID–Desa memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Potensi pertanian, sumber daya alam, serta kemampuan masyarakat mengelola sumber daya lokal perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar. Disampaikan saat menutup kegiatan Workshop Pengembangan Kompetensi Sekretaris Desa se-Jawa Timur Angkatan IV Tahun 2026 di Tulungagung, Jum’at (9/10/2026).
Di hadapan para sekretaris desa, Asep memaparkan konsep Koridor Selatan Jawa Timur atau Akselerasi Selatan-Selatan Jawa Timur. Gagasan tersebut menekankan pentingnya membangun keterhubungan antardaerah, mengoptimalkan potensi lokal, dan memperkuat sinergi pemerintahan untuk mendorong pemerataan pembangunan. Dalam konteks itu, ketahanan pangan menjadi salah satu isu penting yang perlu mendapat perhatian serius.
Desa tidak hanya menjadi wilayah tempat produksi pangan berlangsung. Tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi pertanian dan sumber daya alam secara optimal.
Asep menjelaskan pentingnya melihat potensi desa sebagai bagian dari kekuatan pembangunan daerah. Potensi yang tersedia perlu dipetakan dan dikelola secara tepat agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Termasuk melalui pengembangan sektor pertanian dan pangan.
Menurut Asep, isu ini semakin relevan di tengah perkembangan global. Dunia telah memasuki era “tanah kembali jadi pusat strategi”.
Dimana para miliarder teknologi seperti Bill Gates, Jeff Benzos, Jack Ma, Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffet yang dulu berfokus di metaverse dan AI, kini berbondong-bondong merambah sektor pertanian. Perkembangan teknologi dan inovasi membuka peluang bagi sektor pertanian untuk terus bertransformasi.
Pertanian,.menurut Asep, tidak semestinya dipandang hanya sebagai aktivitas tradisional. Tetapi juga sebagai sektor yang dapat dikembangkan melalui penerapan teknologi, peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan pengembangan nilai ekonomi komoditas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber