
Madiun (ANTARA) – Pupuk Indonesia (Persero) meminta para petani di wilayah Madiun Raya menggunakan pupuk organik bersubsidi Petroganik guna mendukung efisiensi penggunaan pupuk berimbang dan mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan.
Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia Wawan Arjuna di Madiun, Jumat mengatakan bahwa kandungan C organik pada pupuk Petroganik cukup tinggi, minimal 15 persen. Pengaplikasian Petroganik dapat memperbaiki media tanah, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan pupuk.
“Karena itu kita dorong petani tidak hanya memberi makanan untuk tanamannya, tapi juga memperbaiki tanahnya,” ujarnya dalam kegiatan “Media Gathering Regional 3” di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya sekitar 73 persen lahan pertanian di Indonesia membutuhkan bahan organik dalam rangka memenuhi unsur hara tanah yang berdampak baik pada kesehatan tanaman ke depannya.
Karena itu, optimalisasi penyerapan pupuk organik Petroganik perlu dilakukan, termasuk di wilayah Madiun Raya. Pihaknya mengapresiasi, kesadaran petani di Madiun Raya yang meliputi wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan dalam penggunaan pupuk organik Petroganik yang cukup tinggi.
Alokasinya besar, sekitar sepertiga dari alokasi pupuk Petroganik Jawa Timur. Tentu, dampaknya adalah kesuburan tanah semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Di musim tanam ini Oktober-Maret, Kami berharap petani bisa terus mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi, khususnya Petroganik. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian ke depan, khususya unsur hara tanah,” katanya.
Adapun alokasi pupuk Petroganik tahun 2026 sebanyak 146.459 ton. Hingga 7 Oktober 2026, telah tersalurkan sekitar 68 persen, atau 99.771 ton.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber