selalu.id – Jawa Timur kini berada dalam status waspada kekeringan ekstrem. Pasalnya, sebagian besar wilayah di provinsi ini tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut selama lebih dari dua bulan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menyebutkan bahwa kriteria kekeringan ekstrem ditetapkan bagi daerah yang tidak diguyur hujan lebih dari 60 hari berturut-turut.

“Wilayah Jawa Timur sebagian dari data yang ada masuk dalam kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dengan kriteria ‘Kekeringan Ekstrem’, yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan,” kata Taufiq dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG pada Dasarian I Oktober 2026, curah hujan di Jawa Timur secara umum tergolong sangat rendah.

Tren ini diprediksi masih akan berlanjut pada periode Dasarian II Oktober 2026 dengan peluang terjadinya curah hujan rendah mencapai lebih dari 90 persen.

Fenomena kemarau panjang ini sejatinya merupakan lanjutan dari tren yang berlangsung sejak pertengahan tahun.

Bahkan pada September lalu, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun sempat mencatatkan rekor HTH terpanjang di Indonesia hingga mencapai 139 hari berturut-turut.

Menghadapi situasi ini, BMKG meminta pemerintah daerah serta masyarakat setempat untuk mengambil langkah antisipasi terhadap sejumlah dampak serius, seperti kelangkaan air bersih, penurunan produktivitas lahan pertanian, serta lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *