
MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, meninjau studio kerajinan sekaligus menjajal melukis seni kaligrafi khat Diwani karya KH Imron Fathoni di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu (10/10/2026), guna mendorong akselerasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ke pasar Jawa Timur.
Daya cipta warga Kota Batu terus melahirkan karya seni bercita rasa tinggi yang tidak hanya bernilai estetis, melainkan juga berpotensi menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Salah satunya adalah seni kaligrafi buah karya KH Imron Fathoni, seniman asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, yang mana deretan karyanya telah menghiasi interior berbagai masjid agung di Kota Batu dan kawasan Malang Raya.
Potensi seni religi bernilai tinggi tersebut memantik perhatian khusus Wali Kota Batu, Nurochman. Ia berkunjung secara langsung ke studio kerja KH Imron Fathoni yang berlokasi di area belakang Pondok Pesantren Manbaul Ulum Hajasi, Desa Sidomulyo.
Dalam peninjauan tersebut, Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, mengamati deretan mahakarya kaligrafi sekaligus mencermati alur proses pengerjaannya. Tak sebatas mengamati, ia juga turut memegang kuas dan menjajal teknik melukis kaligrafi secara langsung di atas media lukis.
KH Imron Fathoni konsisten mengembangkan seni kaligrafi beraliran khat Diwani. Aliran kaligrafi klasik ini memiliki karakter anatomi huruf yang sangat khas, dipenuhi kelentukan garis lengkung serta komposisi artistik terstruktur yang menjadi daya pikat utamanya. Hasil karyanya telah menembus pemesanan di berbagai daerah di Jawa Timur, membuktikan bahwa industri seni kaligrafi memiliki pangsa pasar komersial yang menjanjikan.
Cak Nur memberikan apresiasi tinggi atas ketekunan dan konsistensi KH Imron Fathoni dalam membina seni kaligrafi Islam. Menurutnya, bakat dan potensi seni yang tumbuh subur di tengah masyarakat merupakan modal sosial daerah yang wajib mendapat penguatan fasilitas dari pemerintah.
“Kreativitas warga Kota Batu ini tidak pernah habis. Potensi seni seperti ini perlu terus diberi ruang ekspresi agar dapat berkembang pesat serta memberi dampak manfaat kesejahteraan bagi warga sekitar,” ujar Nurochman, Sabtu (10/10/2026).
Ia menilai, karya seni lokal tidak boleh sebatas dipandang dari sudut estetika visual semata. Apabila dikelola secara profesional dan dipasarkan secara terstruktur, kreativitas tersebut mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber