
Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melakukan perombakan besar-besaran di tubuh birokrasinya. Sebanyak 120 pejabat, mulai dari tingkat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas, resmi digeser dan dilantik.
Aksi mutasi massal ini terasa unik dan mencuri perhatian bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Lokasi mutasi yang biasanya di Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN) kali ini dialihkan ke Kantor Pemerintahan (Pemkab) Blitar di Kecamatan Kanigoro.
Bupati Blitar, Rijanto menegaskan bahwa langkah rotasi ini merupakan kebutuhan organisasi agar roda pemerintahan tetap dinamis dan tidak monoton.
“Hari ini baru saja kita laksanakan yaitu pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah Kabupaten Blitar, plus pejabat administrator serta pejabat pengawas. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan sesuai harapan kita,” ujar Bupati Blitar saat diwawancarai usai pelantikan.
Ketika disinggung apakah mutasi ini dilakukan akibat adanya pejabat yang kinerjanya jeblok, Rijanto secara terbuka menepis spekulasi tersebut. Menurutnya, pergeseran jabatan adalah hal yang lumrah untuk memberikan penyegaran (refreshing) bagi para aparatur sipil negara (ASN).
“Bukannya enggak jalan, ya tetap jalan. Tapi perlu ada refreshing gitu ya, penyegaran itu perlu dan itu di mana-mana, presiden saja dulu-dulu ya mutasi,” kelakarnya santai.
Bupati Blitar tersebut juga menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan para pejabat yang mengemban amanah benar-benar on track dalam merealisasikan visi-misi kepala daerah, serta mendukung penuh program strategis nasional maupun provinsi.
Banyak pihak sempat bertanya-tanya mengapa pelantikan skala besar yang melibatkan 120 pejabat ini dilakukan di Ruangan Candi Penataran Pemkab Blitar. Menjawab hal itu, Rijanto blak-blakan menyebut alasan efisiensi dan kepraktisan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber