jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,84 persen pada semester I 2026. Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Khofifah mengatakan, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Ia menegaskan, pembangunan dan pelestarian alam bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan agar kemajuan ekonomi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Pilihan kita bukan membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari menjaga alam. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Pertumbuhan ekonomi harus seirama dengan perlindungan ekosistem,” kata Khofifah.

Selain capaian pertumbuhan ekonomi, Khofifah menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai penghubung aktivitas perdagangan dan distribusi barang antarwilayah.

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar bagi produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Dukungan terhadap sektor industri juga terus didorong melalui keberadaan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal. Khofifah berharap investasi yang masuk ke Jawa Timur dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan keterlibatan pemasok lokal.

“Kita mendorong agar investasi semakin memperkuat hubungan dengan pemasok lokal sehingga membuka lapangan pekerjaan lokal,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *