
jatimnow.com – Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) mencatat adanya dinamika pergerakan harga komoditas pangan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Pemantauan pasar yang dilakukan secara berkala menunjukkan bahwa sejumlah bahan kebutuhan pokok, khususnya beras, mengalami variasi harga yang cukup mencolok antarwilayah.
Berdasarkan data harga rata-rata konsumen yang dihimpun dari laman resmi Siskaperbapo Jawa Timur, komoditas beras medium tercatat berada di kisaran harga rata-rata provinsi sebesar Rp13.021 per kilogram. Meskipun demikian, terdapat disparitas harga yang cukup signifikan jika dilihat di tingkat kabupaten dan kota.
Komoditas beras medium tertinggi di Jawa Timur tercatat terjadi di Kabupaten Jombang yang menyentuh angka Rp14.000 per kilogram, diikuti oleh Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, serta Kota Madiun di kisaran Rp13.666 per kilogram. Sebaliknya, harga beras medium terendah ditemukan di Kabupaten Trenggalek dengan harga Rp11.600 per kilogram dan Kabupaten Lumajang sebesar Rp11.700 per kilogram, yang mengindikasikan bahwa distribusi dan biaya logistik lokal masih memengaruhi perbedaan harga antar daerah.
Selain beras, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat seperti gula kristal putih terpantau di angka Rp17.362 per kilogram, minyak goreng curah sebesar Rp20.515 per kilogram, serta daging ayam ras yang berada pada kisaran Rp38.356 per kilogram, sementara komoditas hortikultura seperti cabe rawit merah tercatat rata-rata menembus angka Rp67.756 per kilogram dan bawang merah berada di kisaran Rp26.915 per kilogram.
Analisis tren historis juga menunjukkan bahwa harga beras medium di Jawa Timur mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada periode Oktober tahun sebelumnya rata-rata harga beras medium berada di kisaran Rp12.905 per kilogram sebelum merangkak naik hingga menyentuh angka lebih dari Rp13.000 per kilogram pada tahun ini akibat faktor musim panen, pergeseran pola cuaca, serta tingginya permintaan pasar domestik.
ECOTON meluncurkan wisata susur Kali Surabaya di Gresik, mengajak generasi muda kenali ikan endemik, pungut sampah, dan tanam pohon.
Pemenuhan target Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2026 cukup berat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber