:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Bupati-Sumenep-Achmad-Fauzi-Wongsojudo-imbau-masyarakat-tidak-panik-hadapi-musim-kemarau.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Kasus penangkapan sembilan nelayan asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, oleh otoritas Australia kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengungkapkan, kejadian ini bukan kali pertama terjadi.
Bahkan, berdasarkan catatannya, penangkapan nelayan Sumenep karena diduga memasuki wilayah perairan Australia sudah terjadi sebanyak empat kali.
“Sebenarnya begini, kita itu setiap tahun sering menyampaikan. Ini kan bisa dikatakan kelebihan dalam semangat mencari ikan,” kata Achmad Fauzi, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, tingginya semangat nelayan mencari hasil laut belum diimbangi dengan pemahaman mengenai batas wilayah penangkapan ikan.
“Tapi kekurangannya, ini memang edukasinya tidak berjalan dengan baik bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Achmad Fauzi mengatakan, Pemkab Sumenep selama ini telah meminta para kepala desa di wilayah pesisir untuk terus mengingatkan nelayan agar berhati-hati saat melaut dan tidak melewati batas perairan Indonesia.
“Ini kan bukan yang pertama kali. Ini bahkan kalau kita hitung sudah empat kali. Harapan kita, kita sudah menyampaikan ke kepala desa agar selalu disampaikan kepada para nelayan kita,” ucapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber