
Surabaya (beritajatim.com) – Median harga penawaran rumah tapak di Kota Surabaya mencapai Rp2,85 miliar pada September 2026. Angka tersebut naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika median harga penawaran tercatat Rp2,75 miliar.
Berdasarkan data internal Rumah123, kenaikan harga tersebut terjadi di tengah penurunan pasokan rumah tapak yang dijual di Kota Surabaya. Pada September 2026, jumlah pasokan tercatat 83.542 unit, turun 16,4 persen dibandingkan September 2025 yang mencapai 99.880 unit.
Dari sisi minat pencarian atau enquiry, Citraland menjadi kawasan dengan proporsi tertinggi, yakni 15,5 persen dari seluruh permintaan informasi rumah tapak dijual di Surabaya. Posisi berikutnya ditempati Rungkut sebesar 11,1 persen dan Wiyung sebesar 7,8 persen.
Data tersebut menunjukkan Citraland menjadi salah satu kawasan yang menonjol dalam pasar rumah tapak Surabaya, baik dari sisi minat pencarian maupun ketersediaan listing properti.
Citraland juga mencatat pasokan rumah tapak dijual terbesar di Surabaya. Pada September 2026, jumlahnya mencapai 12.027 unit, meski turun 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk rumah dengan luas bangunan di atas 250 meter persegi, median harga penawaran di Citraland mencapai Rp7 miliar pada September 2026. Angka ini meningkat 2,9 persen secara tahunan dari Rp6,8 miliar.
Pada segmen tersebut, terdapat 4.949 listing rumah tapak yang tercatat pada September 2026.
Besarnya pasokan dan tingginya proporsi pencarian membuat Citraland menjadi salah satu kawasan yang patut diperhatikan dalam dinamika pasar properti Surabaya. Namun, data enquiry mencerminkan minat pencarian atau permintaan informasi, bukan jumlah transaksi jual beli yang telah terealisasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber