
Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 27 satuan pendidikan di Kota Blitar mendapat dana revitalisasi fisik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Program ini mencakup 11 Taman Kanak-kanak (TK) dan 16 Sekolah Dasar (SD), dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan fasilitas di masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut tidak diberikan dengan nilai yang sama kepada seluruh sekolah. Alokasi anggaran disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan perbaikan di setiap satuan pendidikan penerima.
“Nilai bantuannya tidak disamaratakan. Paling kecil ada di kisaran Rp100 juta hingga Rp200 juta, namun ada juga sekolah yang mendapatkan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp1,3 miliar,” ujar Dindin saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Menurut Dindin, pengerjaan fisik di sejumlah sekolah penerima sudah mulai berjalan. Perbaikan difokuskan pada bagian bangunan dan fasilitas yang membutuhkan penanganan agar lingkungan sekolah lebih aman dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Pekerjaannya beragam. Ada sekolah yang mendapatkan pembongkaran dan perbaikan total struktur atap yang rawan runtuh, penataan pekarangan dengan pavingisasi, hingga pembenahan sarana penunjang lainnya,” jelasnya.
Pembenahan fasilitas pendidikan di Kota Blitar tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Blitar juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung pemeliharaan dan perbaikan sekolah dengan tingkat kerusakan sedang.
Dindin menyebut, terdapat 16 satuan pendidikan yang mendapat dukungan dari APBD, terdiri dari enam TK dan 10 SD. Nilai perbaikannya rata-rata sekitar Rp200 juta untuk setiap sekolah.
Sejumlah sekolah yang termasuk dalam program tersebut antara lain TK Klampok, TK Sananwetan, SD Bendo, SD Sananwetan 1, dan SD Pakunden 2.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber