Principal GovTech Expert Dewan Ekonomi Nasional, Rahmat Danu Andika, sosialisasi Perlinsos kepada perwakilan masyarakat di Pendopo Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/1/2026). (Foto: IGID/Triantoro)

Principal GovTech Expert Dewan Ekonomi Nasional, Rahmat Danu Andika, mengatakan uji coba Perlinsos juga menandai perubahan pendekatan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Ia menyebut, selama ini regulasi sering kali dibuat terlebih dahulu, sementara implementasi menyusul dan kerap menghadapi kendala karena kondisi lapangan tidak sepenuhnya siap.  “Sering kali kita punya tantangan dalam mengimplementasikan peraturan karena urutannya peraturan dulu baru aplikasinya. Tahun ini, kita mendapat kesempatan mengubah cara itu. Aturan akan dibuat setelah dicoba, betul-betul diketahui bisa diimplementasikan,” kata Andika saat sosialisasi Perlinsos kepada perwakilan masyarakat di Pendopo Bupati Banyuwangi, Jumat (23/1/2026).

Andika menilai pendekatan ini penting, terutama dalam penyelenggaraan layanan digital, karena perubahan sistem memerlukan kesiapan teknis, integrasi data, serta adaptasi masyarakat. Ia menyebut, pemerintah juga tengah menyusun rancangan Instruksi Presiden secara paralel sebagai payung kebijakan apabila uji coba menunjukkan hasil yang baik dan layak diterapkan lebih luas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat yang bersedia menjadi pionir dalam uji coba skala besar transformasi bansos berbasis digital. Menurutnya, pola operasional program ini akan berbeda secara signifikan dibanding mekanisme sebelumnya, namun tetap perlu diuji hingga tuntas agar manfaatnya dapat diukur secara obyektif.

Rahmat Danu Andika juga mengingatkan kembali capaian registrasi pada September 2025. Pada tahap itu, pemerintah membuka pendaftaran secara luas bagi warga yang merasa membutuhkan bantuan, tanpa membatasi pada penerima program sebelumnya.

Dalam periode sekitar tiga minggu, sekitar 350.000 keluarga di Banyuwangi tercatat mendaftar. Pendaftaran ini, kata Andika, tidak lepas dari dukungan 4.087 agen yang membantu masyarakat, termasuk kelompok rentan yang kesulitan mengakses layanan mandiri.  “Semua ini tidak akan terjadi tanpa peran Bapak dan Ibu sekalian. Total ada 4.087 agen. Registrasi bisa dilakukan dengan mudah karena mengandalkan verifikasi biometrik yang terhubung dengan data kependudukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan registrasi terbuka tersebut dimaksudkan untuk memperluas akses dan mengurangi prasangka bahwa bantuan sosial hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu. Dengan sistem digital, warga yang membutuhkan dapat mendaftar lebih mudah, sementara pemerintah memiliki dasar data yang lebih kuat untuk proses seleksi.

Andika menjelaskan bahwa uji coba Perlinsos berjalan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa registrasi telah dilalui pada September 2025. Tahap kedua yang memakan waktu cukup panjang adalah perumusan mekanisme seleksi oleh tim ahli, termasuk ahli kemiskinan dan tim penentuan sasaran yang melibatkan berbagai instansi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *