Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mendukung wacana pengembalian kebijakan tidak naik kelas pada tahun ajaran 2027. Aturan ini diyakini mampu memacu kembali iklim kompetisi akademik antarpeserta didik.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menilai sistem kenaikan kelas secara otomatis selama ini membuat pelajar kehilangan tantangan belajar. Siswa cenderung bersikap santai dan menggampangkan proses pendidikan di sekolah.

“Kalau tidak ada tantangan, mereka biasanya menggampangkan. Akhirnya naik kelas dengan sendirinya, kan otomatis, karena tidak ada yang tinggal kelas seperti zaman kita dulu,” papar Aries dikutip Rabu (14/10/2026).

Sistem pendidikan yang baru nanti akan menuntut usaha nyata dari peserta didik. Aries menyebut anak didik di tingkat SMA atau SMK harus melewati setiap tahapan evaluasi dengan kerja keras.

“Kita ingin anak-anak berproses dan punya kekuatan keinginan yang besar. Niatan Pak Menteri itu malah mengharapkan anak-anak semakin berjuang menapak di setiap step waktunya,” tegasnya.

Penghapusan promosi kelas otomatis juga menjadi jawaban atas minimnya kemampuan dasar pelajar. Pemerintah menargetkan aturan ini mampu mendongkrak capaian akademik peserta didik yang merosot.

“Akhirnya yang kita dapatkan sekarang, literasi dan numerasi kita masih jauh tertinggal. Itu yang harus kita buru dan kita kejar sekarang,” imbuh Aries.

Wacana kebijakan ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Kementerian tengah mengkaji opsi penghapusan mekanisme naik kelas otomatis untuk 2027.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *