TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI – Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER) menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (14/10/2026) untuk mendesak penyelesaian kemacetan di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (16/10/2026), dengan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Banyuwangi.

Koordinator sekaligus penanggung jawab aksi, Desnin Qori Trimalasari, menyebut sekitar 100 kendaraan dilibatkan dalam aksi tersebut. Armada yang berpartisipasi terdiri dari truk fuso, pikap, dan kendaraan pengangkut logistik.

Sebelum bergerak menuju Kantor Pemkab Banyuwangi, peserta aksi berkumpul di beberapa titik, termasuk kawasan Sukowidi dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedayunan. Sejumlah truk juga terpantau berkumpul di sekitar lampu merah Sukowidi dan depan SPBU Kedayunan.

GAPIBER membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kemacetan dan pelayanan penyeberangan di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang serta Tanjung Wangi. Salah satunya, massa meminta klarifikasi atas pernyataan yang dinilai mengaitkan pengemudi sebagai penyebab kemacetan hingga enam jam. Mereka juga mendesak Direktur Utama ASDP menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan tersebut.

Selain itu, para pengemudi meminta adanya langkah nyata untuk mengatasi kemacetan yang berulang. Mereka turut menyoroti ketepatan waktu proses bongkar muat kapal, dugaan praktik oleh oknum di luar petugas resmi, serta perlunya peningkatan profesionalisme pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan pelabuhan.

GAPIBER juga mendorong percepatan pembangunan dermaga dan fasilitas penampungan kendaraan. Menurut mereka, penanganan kemacetan perlu dilakukan secara menyeluruh agar antrean kendaraan tidak terus menghambat perjalanan pengemudi.

Desnin menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak hanya memengaruhi aktivitas sopir, tetapi juga distribusi barang, termasuk kebutuhan pokok yang dikirim menuju Bali dan Mataram. Kemacetan yang berkepanjangan dinilai dapat menambah biaya operasional pengemudi sekaligus mengganggu mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Melalui aksi tersebut, GAPIBER berharap ASDP, Pemkab Banyuwangi, dan DPRD Banyuwangi dapat membuka ruang dialog untuk merumuskan solusi bersama. Massa menginginkan penanganan yang mampu mengatasi persoalan kemacetan secara berkelanjutan, bukan hanya langkah sementara.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *