
Cerita ini adalah pengalamanku pada 2016 lalu, selama tiga hari berkeliling di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Tujuan kami juga sekaligus melepas rindu akan kekayaan wisata di sana, sembari mengisi libur semester.
Pukul 12.45 WIB, memakai bus antar kota, saya beserta keluarga bertolak dari Jakarta. Jarak tempuh yang dibutuhkan untuk menuju ke sana sekitar 12-14 jam. Setelahnya, saya beserta keluarga turun dari bus dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan lokal menuju kampung nenek saya.
Sesampainya di sana, kami disuguhkan berbagai macam kuliner Madura yang terkenal lezat serta kaya akan santan dan rasa manisnya, mulai dari Tajin Sobih dan Es Kobbu sebagai santapan pembuka hingga Topak Ladeh dan Nasi Serpang untuk hidangan utamanya.
Beralaskan daun pisang, kami bersama-sama menikmati seluruh hidangan. Rasa gurih, manis, dan tentunya pedas membuat lidah seakan menari di dalam mulut. Ditambah dengan daun pisang sebagai wadah hidangan, menambah dipastikan menambah selera.
Malam harinya, kami mencari udara segar sekaligus menikmati suasana malam Bangkalan. Jauh seperti di kota, suasana jalan sudah mulai sepi pada pukul 20.00 WIB.
Jarang terdengar suara kendaraan berlalu-lalang, melainkan bunyi klakson sepeda yang nyaring terdengar oleh telinga. Keesokan harinya, di mana hari pertama menjadi waktu bagi kami bersilaturahmi dan mengingat memori yang telah lusuh termakan waktu.
Di hari kedua, kami memutuskan untuk berwisata ke kawasan Bukit Jaddih yang terletak di Kecamatan Socah, Desa Jaddih, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bukit Jaddih berjarak 10 KM dari pusat kota Kabupaten Bangkalan dan 28 KM bila dari pusat Kota Surabaya.
Bukit Jaddih bisa diakses melalui Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya. Bongkahan kapur putih berukuran raksasa nan eksotik, menyambut saya beserta keluarga saat sesampainya di lokasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber