​PAMEKASAN, Arahjatim.com – Sikap tertutup dan terkesan ‘sembunyi tangan’ kembali ditunjukkan oleh Kantor Bea Cukai Madura. Setelah sebelumnya mengabaikan gelombang protes massa, kini giliran Aliansi BEM Se-Kabupaten Pamekasan yang gigit jari saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut penangkapan bos rokok ilegal bermerek Marbol, Rabu (14/10/2026).

​Tidak hanya menolak menemui mahasiswa, Bea Cukai Madura juga secara terang-terangan membentengi diri dari pers. Sejumlah awak media yang hendak melakukan konfirmasi resmi justru ditolak mentah-mentah oleh petugas keamanan dengan alibi klise: sedang rapat internal.

​”Saya sudah sampaikan ke bagian Humas ada wartawan yang mau konfirmasi, tapi jawabannya tidak bisa menemui karena sedang ada rapat intern,” ujar petugas keamanan Bea Cukai, Fauzi, saat mencegat wartawan di pintu masuk.

​Sikap alergi terhadap kritik dan wartawan ini kian mempertegas minimnya transparansi di tubuh Bea Cukai Madura. Sehari sebelumnya, Selasa (13/10/2026), Kepala Kantor Bea Cukai Madura juga mangkir dan enggan menemui massa dari Lingkar Melati Bersatu (LMB).

​Aksi saling dorong sempat mewarnai demonstrasi ketika massa mencoba menerobos masuk ke dalam kantor Bea Cukai. Aksi panik massa berhasil diredam oleh barikade ketat aparat kepolisian.

​Koordinator Aksi Aliansi BEM Pamekasan, Junaidi, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran pimpinan Bea Cukai Madura sebenarnya sudah mereka prediksi sejak awal. Oleh sebab itu, massa sengaja tidak membawa baliho besar atau atribut demonstrasi pada umumnya.

​”Kami sudah menafsirkan, Kepala Kantor Bea Cukai tidak akan berani menghadapi kami. Tuntutan kami tegas dan hanya satu: tangkap pemilik usaha rokok Marbol!” cerce Junaidi dengan nada tinggi.

​Junaidi membongkar, perseteruan antar dua pemilik usaha rokok ilegal Marbol kini telah berujung pada tindakan kriminal memprihatinkan. Konflik perebutan klaim merek tersebut memicu kriminalisasi hingga dugaan ancaman pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak di Pamekasan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *