
jatimnow.com – Wacana penerapan kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 mendapat dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak sekadar mengubah sistem kenaikan kelas, melainkan diikuti peningkatan kualitas guru, kesiapan fasilitas pendidikan, serta pengawasan ketat untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli).
Menurut Ajeng, kebijakan yang membuka peluang siswa tidak naik kelas apabila belum memenuhi standar pembelajaran itu dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian, kenaikan kelas diharapkan benar-benar didasarkan pada kemampuan dan hasil belajar siswa, bukan sekadar formalitas administratif.
Wacana tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, yang membuka peluang penerapan sistem siswa tidak otomatis naik kelas pada 2027. Menanggapi hal itu, Ajeng menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui evaluasi hasil belajar yang lebih terukur.
Meski demikian, politikus Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa sistem evaluasi siswa tidak boleh hanya bertumpu pada pencapaian akademik. Penilaian melalui rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perlu diimbangi dengan perhatian terhadap perkembangan kemampuan nonakademik siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga harus mendukung perkembangan potensi siswa secara menyeluruh.
“Dengan rapor dan TKA menjadi alat evaluasi akademik, jangan melupakan nonakademik juga didukung,” ujarnya.
Ajeng menilai, keberhasilan penerapan kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan kualitas guru.
Ia mengingatkan agar guru memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan proses pembelajaran sekaligus melakukan penilaian terhadap perkembangan siswa secara objektif.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber