
KOTA, SIDOARJONEWS.id – Esports Sidoarjo mulai menyatukan langkah. Bukan sekadar mengejar medali, ESI (E-Sport Indonesia) Kabupaten Sidoarjo, Indonesia Esport Association (IESPA) Sidoarjo dan Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) Sidoarjo ingin membangun ekosistem esports yang positif, kompetitif, dan mampu melahirkan atlet berprestasi.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi bersama Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, dan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, Rabu (14/10/2026). Pertemuan yang turut dihadiri Pembina Esports Sidoarjo, Zahlul Yussar, dan Ketua ESI Kabupaten Sidoarjo, Julius Ivan, tersebut membahas pembinaan atlet, edukasi game online, Sidoarjo Esports League (SEL), hingga rencana Sidoarjo Gaming Corner.
Ketua ESI Kabupaten Sidoarjo, Julius Ivan, menegaskan target mempertahankan gelar juara umum esports pada Porprov X Jawa Timur 2027. Sidoarjo sebelumnya meraih gelar tersebut pada Porprov Jawa Timur 2025.
“Target kami mempertahankan gelar juara umum esports pada Porprov Jatim 2027. Persiapan harus dilakukan sejak dini, mulai dari seleksi atlet, pembinaan berkelanjutan, hingga kompetisi berjenjang. Sinergi ant organisasi dan dukungan pemerintah juga menjadi kunci untuk mencapai target tersebut,” ujar Julius.
Bagi esports Sidoarjo, jalan menuju podium tak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemain. Regenerasi atlet, fasilitas latihan, dan kompetisi yang terarah menjadi fondasi untuk menjaga prestasi.
Senada dengan Julius Ivan, pembina Esports Sidoarjo, Zahlul Yussar. Pihaknya ingin mendorong pemerintah daerah ikut memperkuat fasilitas pembinaan agar potensi anak muda di berbagai wilayah bisa berkembang.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung penyediaan fasilitas esports. Dengan ruang latihan, pelatihan, dan pembinaan yang terarah, generasi muda bisa mengembangkan bakatnya secara positif dan memiliki kesempatan untuk berprestasi,” ujar pria yang juga menjadi anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Dukungan pemerintah juga menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Menurutnya, wanita yang karib disapa Mak Mimik ini, perkembangan dunia digital harus disikapi dengan edukasi dan penyesuaian, bukan sekadar penolakan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber