SURYA.CO.ID BANGKALAN – Motor Honda CBR 150 R lansiran 2013 asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mencuri perhatian di Kustomfest 2026.

Mengusung konsep motor balap jadul bergaya boardtracker dengan perpaduan baja dan kayu, motor bernama Pelor Angin karya Ajies Sabara itu meraih gelar terbaik kategori Free for All, menyisihkan puluhan peserta yang didominasi Harley-Davidson.

Usai memenangkan kompetisi yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026, Pelor Angin dipajang di pinggir jalur masuk Warung Bebek Sinjay, Jalan Raya Ketengan, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Pemilik Warung Sinjay, H Muhaimin atau Haji Imin, turut berperan dalam perjalanan motor tersebut. Ia membantu pendanaan setelah mengetahui Ajies terkendala biaya untuk menyelesaikan proses pembuatan motor menjelang Kustomfest 2026.

“Beberapa bulan sebelum kustomfest digelar, saya melihat ada prospek namun terbelit kendala pendanaan untuk melanjutkan proses building motor itu. Karena event nya sudah dekat, saya minta gaspol, kami dukung pendanaan,” ungkap pemilik Warung Sinjay, H Muhaimin (Haji Imin) kepada SURYA.CO.ID Rabu (14/10/2026).

Kustomfest merupakan festival budaya kustom motor yang digelar setiap tahun sebagai wadah apresiasi dan kompetisi bagi builder, seniman, komunitas otomotif, serta pelaku industri kreatif lokal maupun internasional.

Dari dekat, Pelor Angin menampilkan gaya motor balap era 1910–1920-an di Amerika Serikat. Kala itu, motor boardtracker dipacu di lintasan balap yang terbuat dari papan kayu.

Bagian metal motor Pelor Angin menggunakan baja. Sementara itu, tangki berkapasitas 1 liter dibalut kayu, sedangkan bagian jok menggunakan sadel sepeda pancal jadul yang masih dilengkapi logam per.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *