Bojonegoro,damarinfo.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus memperkuat upaya mewujudkan daerah sebagai lumbung pangan. Salah satu langkah yang didorong adalah mengurangi food loss atau kehilangan pangan di hulu dan food waste atau pemborosan pangan di hilir.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pemerintah daerah memperkuat empat pilar pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Keempat pilar tersebut meliputi ketersediaan, akses, kemanfaatan, dan stabilitas pangan.

Menurut Wahono, ketersediaan pangan menjadi aspek penting untuk memastikan pasokan makanan mencukupi kebutuhan masyarakat, baik dari sisi jumlah, mutu, maupun distribusi.

“Karena itu, kami terus meningkatkan pembangunan infrastruktur pertanian, memberikan bantuan alsintan, mencukupi kebutuhan pupuk, memberikan bantuan bibit padi unggul yang tahan musim kemarau, memperluas lahan pertanian, dan mengembangkan sumber pangan alternatif,” tuturnya.

Selain menjaga ketersediaan, Pemkab Bojonegoro juga berupaya memperluas akses pangan bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekonomi untuk meningkatkan daya beli, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memperkuat rantai pasok.

Pemerintah daerah juga membangun infrastruktur agar masyarakat lebih mudah menjangkau sumber pangan.

“Kami juga telah membentuk BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri. BUMD ini telah bekerja untuk mengoptimalkan rantai pasok, menekan kehilangan hasil panen, dan memastikan distribusi berjalan aman sampai ke masyarakat,” kata Wahono.

Bupati berharap seluruh pihak berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan di Bojonegoro, mulai dari proses produksi hingga distribusi dan konsumsi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *