Malang, Blok-a.com — Sebagai wujud cinta Tanah Air dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi, Universitas Brawijaya (UB) bersiap menggelar Kampung Budaya UB 2026. Mengusung tema “Gemilang Budaya Nusantara: Rajut Budaya, Satukan Nusantara”, acara ini akan berlangsung di Lapangan Rektorat UB pada Sabtu, 17 Oktober 2026 esok, mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Acara ini digagas sebagai jembatan pelestarian budaya yang dinamis, inovatif, dan inklusif, sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk kembali mengenal akar warisan lokal.

“Indonesia memiliki begitu banyak budaya, bahasa, tradisi, dan kesenian yang berbeda-beda. Namun, di balik semua perbedaan itu, ada satu hal yang menyatukan kita, yaitu identitas sebagai bangsa Indonesia. Inilah semangat yang ingin kami bawa melalui Kampung Budaya UB 2026 dengan tema “Rajut Budaya, Satukan Nusantara,” jelas Joy Smart Sidauruk, Wakil Ketua Pelaksana (16/10/2026).

Identitas visual dan filosofi acara tahun ini terinspirasi dari Burung Kuau Raja, satwa endemik asal Pulau Sumatera. Ini merepresentasikan keindahan, keanggunan, serta kekayaan identitas Nusantara. Simbol burung ini diposisikan sebagai jembatan penghubung antara nilai tradisi dan visi progresif generasi muda yang berlandaskan Pancasila serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Mengusung tema besar yang merayakan keberagaman Nusantara, acara ini terbuka untuk masyarakat umum, bukan hanya civitas akademika Universitas Brawijaya.

“Kampung Budaya UB 2026 menyasar mahasiswa Universitas Brawijaya, Forum Daerah (Forda), tokoh kebudayaan, pelajar SMA/sederajat se-Malang Raya, hingga masyarakat umum. Kami ingin budaya tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi dapat menjadi ruang pertemuan yang terbuka bagi siapa saja,” tambahnya.

Kemeriahan Kampung Budaya UB 2026 dibagi ke dalam beberapa rangkaian acara, yakni pre event, main event, dan post-event. Pre-event diisi dengan promosi interaktif, kompetisi seni daerah, serta seminar edukatif. Termasuk ajang kompetisi seni Gerak Raya Nusantara pada Sabtu, 26 September 2026 di Auditorium Pandhita Majapahit.

Sementara main-event yang akan digelar 17 Oktober besok akan menampilkan kirab busana adat, pertunjukan seni kolosal, panggung ekspresi Forum Daerah (Forda), serta bazar kebudayaan UMKM.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *