KILASJATIM.COM, Surabaya — JEC Eye Hospitals and Clinics beei layananan operasi katarak gratis bagi masyarakat Jaqa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bagi 101 pasien di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober–Desember 2026, melalui kolaborasi dengan Gerakan Matahati, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia.

Operasi tanpa biaya ini sebagai upaya memperluas akses penanganan katarak bagi masyarakat Jawa Timur yang akan ditangani bersama di Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya, Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan, dan Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Kediri.

Program tersebut menjadi penghormatan atas 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati, sekaligus berkontribusi pada target Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak tanpa biaya hingga akhir tahun.

Diselenggarakan dalam rangka peringatan World Sight Day 2026, kegiatan ini membawa semangat “Love Your Eyes” melalui langkah nyata untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Jawa Timur, pentingnya akses penanganan katarak tercermin dalam survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2015. Survei tersebut mencatat prevalensi kebutaan sebesar 4,4% pada penduduk berusia 50 tahun ke atas, tertinggi di antara 15 provinsi yang disurvei pada periode 2014–2016. Katarak menjadi penyebab sekitar 81,1% kebutaan di provinsi ini.

Pelaksanaan operasi katarak tanpa biaya ini didukung dokter spesialis mata, fasilitas pemeriksaan dan bedah modern, serta layanan kesehatan mata komprehensif dalam jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics.

Dukungan tersebut memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi dengan standar mutu serta keselamatan pasien yang tetap terjaga. Pemilihan teknik operasi dan lensa tanam disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kebutuhan klinis masing-masing pasien.

Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa perluasan akses harus berjalan seiring dengan mutu pelayanan.  Memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga. Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *