
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan droping air bersih di Kabupaten Sumenep Madura, Rabu 14 Oktober 2026-Pemprov Jawa Timur –
SUMENEP, HARIAN DISWAY– Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih tahunan akibat kemarau di Kabupaten SUMENEP, Kamis 15 Oktober 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengidentifikasi rencana pembangunan sumur bor yang ditargetkan mulai terealisasi pada awal 2027.
Langkah jangka panjang tersebut disiapkan usai Khofifah meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih untuk masyarakat Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu lalu.
Khofifah menegaskan, penanganan kekeringan tidak bisa terus-menerus bergantung pada dropping air bersih menggunakan truk tangki. Solusi permanen dan berkelanjutan sangat mendesak agar masyarakat tidak terjerat persoalan yang sama setiap musim kemarau tiba.
“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di awal 2027, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” tegas Khofifah di lokasi penyerahan bantuan.
Kabupaten Sumenep menjadi satu dari 25 daerah di Jawa Timur yang menetapkan status darurat kekeringan. Berdasarkan data Pemprov Jatim, dampak kekeringan di Sumenep meluas hingga 70 desa dengan total masyarakat terdampak mencapai 271.017 jiwa. Sementara di Dusun Marang saja, sebanyak 595 jiwa tercatat kesulitan mengakses air bersih.
Untuk meringankan beban warga dalam jangka pendek, Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan senilai Rp 130 juta guna mendukung operasi distribusi air bersih di Sumenep. Logistik berupa 540 jeriken kapasitas 15 liter, 90 tandon air kapasitas 1.200 liter, dan 200 lembar terpal turut disalurkan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber