Sinergia | Madiun – Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terus meluas. Sebanyak delapan desa di empat kecamatan tercatat terdampak kekurangan air bersih. Warga kini mengandalkan bantuan distribusi air dari pemerintah daerah bersama TNI AD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terlihat di Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kamis (15/10/2026) pagi. Bantuan air bersih yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun bersama Yonif TP 532 Pangeran Timur langsung disambut warga yang membutuhkan pasokan air.

Dalam distribusi kali ini, sebanyak 30 ribu liter air bersih disalurkan ke tiga desa terdampak. Masing-masing desa menerima 10 ribu liter air, yakni Desa Cabean dan Desa Sawahan di Kecamatan Sawahan serta Desa Plumpungrejo di Kecamatan Wonoasri.

Pasintel Yonif TP 532 Pangeran Timur, Lettu Jamil, mengatakan pihaknya mengerahkan enam unit tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga desa tersebut.

“Kami hari ini menerjunkan enam tangki berkapasitas 5.000 liter di tiga desa dengan masing-masing desa dua tangki,” ujar Jamil di lokasi penyaluran.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan PDAM setempat. Sebelum mengirimkan air, petugas terlebih dahulu mengecek kondisi lapangan untuk memastikan wilayah yang diusulkan memang membutuhkan bantuan.

Hasil pengecekan menunjukkan sejumlah desa mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau panjang sehingga membutuhkan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Sebelumnya kami melakukan pengecekan dan ternyata benar desa-desa ini mengalami kekeringan dampak kemarau panjang dan membutuhkan dropping air bersih sehingga hari ini kami kirim,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *