
Kediri, ArahJatim.com — Upaya percepatan penurunan stunting serta penguatan ketahanan keluarga terus dipacu di wilayah Jawa Timur. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim VI, Pulung Agustanto, S.I.P., menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dipusatkan di Kantor Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta tokoh masyarakat setempat yang antusias menyimak pemaparan dari para narasumber.
Dalam pemaparannya, Anggota DPR RI Dapil Jatim VI, Pulung Agustanto, S.I.P., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan keluarga sejak dini. Menurutnya, persiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menuju Indonesia Emas 2045 tidak bisa lepas dari penguatan peran keluarga.
“Keluarga adalah fondasi utama bangsa. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Maju 2045, maka perbaikan gizi, pola pengasuhan anak, serta ketahanan ekonomi dan sosial keluarga harus kita kawal bersama mulai dari tingkat desa,” tegas Pulung Agustanto di hadapan warga Desa Grogol.
Ia menambahkan bahwa DPR RI terus berkomitmen mendukung kebijakan anggaran serta pengawasan program-program strategis kependudukan dan pembangunan keluarga agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Sukamto, S.E., M.Si., membeberkan berbagai tantangan kependudukan di Jawa Timur, mulai dari penanganan stunting hingga dinamika pernikahan dan perceraian.
Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Jawa Timur berada di angka 14,7 persen, di mana angka ini lebih rendah dibandingkan capaian nasional sebesar 19,8 persen. Meski demikian, Kabupaten Kediri masih menjadi salah satu daerah perhatian utama karena masuk dalam 5 besar wilayah dengan jumlah penerima manfaat sasaran program intervensi gizi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber