Surabaya (beritajatim.com) – Berawal dari berjualan sederhana di tepi sungai kawasan Krukah Surabaya, keberadaan Bakso dan Mie Ayam Pak Sarjuk kini menjelma menjadi destinasi kuliner yang tak pernah sepi pengunjung di gerai utamanya, Jalan Bratang Gede Nomor 151, Surabaya.

Buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga ludes terjual, warung kuliner legendaris ini konsisten memanjakan lidah warga lokal hingga wisatawan luar kota sejak dekade 1980-an.

Salah satu pegawai warung, Ary, membeberkan bahwa rahasia utama kelezatan Bakso Pak Sarjuk terletak pada konsistensi resep tradisional yang dipertahankan secara turun-temurun tanpa mengubah kualitas bahan baku.

“Jadi mulai dari kuah bakso yang gurih dan ringan menggunakan kaldu sapi asli dengan racikan bumbu khas, menghasilkan kuah yang bening, segar, tidak terlalu berminyak, serta memiliki rasa gurih yang pas di tenggorokan,” ungkap Ary pada Kamis (15/10/2026).

Selain racikan kuah bening yang segar, keunikan yang menjadi pembeda utama dari bakso lainnya adalah sajian pentol kotaknya yang terasa sangat dominan olahan daging sapinya.

Bakso olahan Pak Sarjuk terkenal akan tingkat kekenyalannya yang pas dengan rasa daging sapi yang kuat, baik pada varian bakso halus maupun bakso urat.

Keunggulan rasa ini diakui oleh salah satu pengunjung asal Gunungsari, Josan Ardi (36), yang mengaku kerap menambah porsi saat menyantap sajian mie ayam di lokasi tersebut.

“Favoritku mie manis gurih dengan sentuhan sambal yang pedas, dijamin bisa habis dua porsi sekali makan. Apalagi mie ayam disajikan dengan tekstur mie yang kenyal, dipadukan dengan topping potongan daging ayam bumbu kecap yang kaya rasa, taburan daun bawang, serta kripik pangsit renyah dan ceker,” ungkap Josan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *