
JOMBANG, Sudutkota.id – Perjalanan Mohammad Faisol (64), menjadi pengusaha kerupuk goreng pasir di Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuktikan bahwa keberanian mengambil peluang dapat mengubah kehidupan.
Berawal dari seorang petani dengan penghasilan tak menentu, kini Faisol mampu mengembangkan usaha kerupuk dengan kapasitas produksi hingga 5 kuintal tepung tapioka per hari.
Kesuksesan tersebut dirintis Faisol sejak 2005. Saat itu, ia memutuskan beralih dari sektor pertanian dan memulai usaha produksi kerupuk goreng pasir dengan modal pinjaman Rp 1 juta dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dengan modal terbatas, Faisol mulai menjalankan usaha kecil-kecilan dengan kapasitas produksi rata-rata 1 kuintal tepung tapioka per hari.
“Waktu itu, saya hanya punya tekad. Tidak tahu ke mana usaha ini akan membawa, tapi saya harus mencoba,” kenang Faisol, Sabtu (17/10/2026).
Perlahan, usaha yang dirintisnya mulai berkembang. Pada 2010, Faisol kembali mengajukan pinjaman untuk membeli mesin produksi guna meningkatkan kapasitas usahanya.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Kini, kapasitas produksinya meningkat menjadi 4 hingga 5 kuintal tepung tapioka per hari. Usaha kerupuk goreng pasir miliknya pun menjadi salah satu yang produktif di Desa Badang.
Pasar kerupuk produksi Faisol juga semakin luas. Tidak hanya dipasarkan di berbagai wilayah Jawa Timur, produknya telah menjangkau Jawa Tengah, Jakarta, Bandung, hingga Sorong, Papua.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber