SLEMAN, KOMPAS.TV – PSS Sleman menyiapkan sejumlah cara untuk menghadapi dua laga tandang di Jawa Timur. Mulai dari memangkas perjalanan pulang-pergi ke Sleman, DI Yogyakarta (DIY), menyesuaikan jadwal latihan dengan cuaca panas, hingga membawa 23 pemain.

Langkah-langkah itu menjadi cara tim asuhan Pieter Huistra mengendalikan sebanyak mungkin faktor di luar pertandingan sebelum menghadapi Persebaya Surabaya dan Persik Kediri dalam laga lanjutan Super League 2026-2027.

PSS akan melawan tuan rumah Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/10/2026), kemudian bertandang ke markas Persik di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10).

Jarak empat hari di antara kedua laga membuat PSS memilih bertahan di Jawa Timur, alih-alih kembali ke Sleman setelah pertandingan pertama.

“Kami akan menetap di Surabaya. Jaraknya hanya tiga hari. Kalau kami harus kembali jauh-jauh ke Yogyakarta, kami hanya punya satu hari di Yogyakarta, lalu harus pergi ke Kediri lagi. Itu tidak efektif,” kata Huistra seusai latihan rutin di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/10) sore.

Keputusan itu bukan satu-satunya penyesuaian yang disiapkan PSS. Huistra juga mengatur waktu latihan agar pemain terbiasa menghadapi kondisi yang menanti mereka di Surabaya.

PSS berencana berangkat ke Surabaya pada Jumat sore nanti. Mereka akan membawa rombongan besar untuk menjalani rangkaian dua pertandingan tandang tersebut.

“Kami membawa skuad penuh. Kami bisa membawa 23 pemain, jadi kami selalu memilih 22 atau 23 pemain,” ujar Huistra.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *