Pamekasan, mediajatim.com — Gerakan mahasiswa di Pamekasan dinilai belum menyentuh persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas.

Penilaian tersebut disampaikan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Moh. Elman.

Menurutnya, gerakan mahasiswa masih sibuk dengan persoalan kelompok tertentu, sementara kesulitan masyarakat belum disuarakan secara lantang.

“Gerakan mahasiswa yang selama ini mengklaim diri sebagai penyambung lidah rakyat, agen perubahan dan pengawal kebijakan publik, absen dari isu yang paling menyentuh hajat hidup orang banyak,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Elman mencontohkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang semestinya menjadi perhatian mahasiswa.

Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga menyangkut distribusi dan pengawasan.

“Ini soal distribusi yang berantakan, soal dugaan penimbunan, soal lemahnya pengawasan dan soal kebijakan yang tidak berpihak,” ucapnya.

“Jika pada isu sepenting BBM saja mahasiswa memilih diam, lalu untuk siapa lagi gerakan itu ada,” pungkasnya.(fin/rif)

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *