
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, terus memperluas kesempatan kerja untuk menekan angka pengangguran. Sepanjang 2026, pemerintah daerah menargetkan pembukaan peluang kerja bagi 4.000 tenaga kerja melalui kerja sama dengan perusahaan industri, program pelatihan kompetensi, hingga pengembangan wirausaha muda.
Dari total peluang kerja tersebut, sebanyak 3.000 tenaga kerja diproyeksikan terserap melalui kerja sama dengan PT Shou Fong Lastindo, perusahaan manufaktur sepatu. Sementara itu, 1.000 peluang kerja lainnya berasal dari pengembangan industri di Bojonegoro, termasuk rencana pengembangan pabrik dari Babat yang diproyeksikan menyerap 400 pekerja serta industri rokok yang menyediakan 600 peluang kerja.
Penurunan angka pengangguran menjadi salah satu dari lima program prioritas tematik Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Upaya memperluas kesempatan kerja itu melanjutkan kolaborasi yang telah dilakukan pada 2025. Saat itu, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan Pabrik Rokok MPS Dander dan berhasil menyerap 3.200 tenaga kerja.
Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan lowongan di PT Shou Fong Lastindo terbilang tinggi. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, jumlah pendaftar mencapai 14.250 orang.
Setelah proses verifikasi, sebanyak 10.333 pelamar dinyatakan memenuhi persyaratan. Mereka terdiri atas 5.910 laki-laki dan 4.423 perempuan, termasuk 151 penyandang disabilitas.
Proses rekrutmen dilaksanakan melalui mekanisme walk-in interview selama sepekan, mulai Senin (12/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026). Sementara itu, pelamar yang memiliki KTP di luar Bojonegoro dijadwalkan mengikuti wawancara pada Senin (19/10/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat memantau proses wawancara menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap investasi asing sepanjang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber