BANGUNAN. Potret Kantor DPRD Sumenep yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, KM 03, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, tampak megah dari arah samping depan. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kasus meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Deni di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mendapat perhatian serius dari DPRD setempat.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, memastikan akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, dr. Elliya Fardasah, serta Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto.

“Kami mengikuti perkembangan yang pasien meninggal di RS BHC Sumenep. Dalam waktu dekat akan kami panggil Kepala Dinkes P2KB dan Direktur RS BHC Sumenep,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa (20/10) pagi.

Mulyadi mengatakan, Komisi IV belum akan menyampaikan penilaian lebih jauh sebelum mendengar keterangan dari kedua pihak. DPRD ingin memperoleh penjelasan secara langsung agar persoalan tersebut dapat dipahami secara utuh.

“Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum memanggil dari kedua belah pihak itu, antara Dinkes P2KB dan pihak RS BHC Sumenep,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pemanggilan terhadap kedua pihak akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Mulyadi belum merinci jadwal pelaksanaannya.

Langkah Komisi IV DPRD Sumenep ini muncul di tengah belum tuntasnya penjelasan mengenai kematian Firman.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *