
Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi mengajak seluruh elemen Laskar Sape Kerrab agar menjadikan hasil imbang dramatis lawan Bhayangkara FC sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik kala menjamu Persib Bandung, pada pekan ketujuh Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan Pamekasan, Kamis (22/10/2026) mendatang.
Ia menilai hasil laga melawan The Guardian bukan semata-mata diukur dari angka di papan skor, tapi mentalitas, keberanian mencoba hal baru, filosofi permainan, serta kemampuan tim bangkit dalam situasi sulit merupakan pelajaran penting yang harus dibawa kala menjamu Maung Bandung.
Terlebih pada laga tersebut, kedua tim saling mengejar gol hingga menit-menit akhir laga. “Sesudah peluit panjang, yang harus selalu ada dalam benak kita cuma dua: sudahkah menyuguhkan yang terbaik, dan apa yang bisa dibawa pulang sebagai pelajaran,” kata AQ, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Senin (19/10/2026).
“Sepak bola merupakan proses belajar yang tidak pernah tamat (berhenti). Sebuah tim harus terus selalu berbenah, berkembang, dan berusaha mencapai level permainan terbaik,” sambung pria yang akrab disapa AQ.
Menurutnya, kekecewaan setelah laga usai merupakan hal wajar. Terlebih jalannya laga menghadirkan situasi ketika berpeluang kalah, tapi juga memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan, sekalipun pada akhirnya harus puas dengan raihan 1 poin.
Namun, ia mengingatkan agar tim binaan Jose Manuel Gomes da Silva tidak terjebak pada hasil akhir semata. Hal yang lebih penting adalah bagaimana para pemain menjalankan pertandingan, menjaga mentalitas, serta menerapkan filosofi permainan di lapangan.
“Angka pada papan skor bisa cepat dilupakan. Sebaliknya, cara sebuah tim bermain dan keberaniannya mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan dapat meninggalkan kesan lebih lama,” tegasnya.
Memang laga melawan Bhayangkara berlangsung ketat dan penuh drama, kedua tim sama-sama menunjukkan daya juang dengan saling mengejar ketertinggalan. Bahkan AQ menggambarkan laga tersebut sangat menguras emosi, terlebih timnya sempat dua kali tertinggal dan dua kali bangkit untuk menyamakan kedudukan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber