
Jawa Timur memiliki beragam tradisi dan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah kekayaan budaya tersebut, ada pula berbagai mitos yang berkembang melalui cerita lisan dan masih dikenal oleh sebagian masyarakat hingga sekarang.
Mitos merupakan cerita atau kepercayaan yang berkaitan dengan hal-hal gaib, asal-usul suatu fenomena, hingga pantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat Jawa, mitos kerap disampaikan orang tua kepada anak-anak sebagai nasihat atau pengingat.
Meski demikian, tidak semua mitos yang dipercaya masyarakat Jawa tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah. Lantas, apa saja mitos populer yang masih dikenal di Jawa Timur? Berikut daftar lengkapnya.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, burung gagak hitam kerap dikaitkan dengan kematian. Konon, suara burung gagak hitam yang terdengar menjelang waktu magrib dianggap sebagai pertanda akan datangnya kabar duka.
Ada pula kepercayaan bahwa burung gagak mendekati orang yang akan meninggal karena mencium bau khas tubuhnya. Kepercayaan ini dikaitkan dengan kebiasaan gagak yang dikenal sebagai burung pemakan bangkai. Namun, anggapan tersebut merupakan mitos, bukan fakta ilmiah.
Suara burung gagak juga tidak dapat dijadikan pertanda bahwa seseorang akan meninggal. Anggapan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan tradisional yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun di masyarakat.
Mitos larangan menyapu pada malam hari cukup dikenal dalam masyarakat Jawa. Kegiatan tersebut dipercaya dapat menghambat datangnya rezeki dan mengganggu ketenteraman rumah tangga.
Pada masa lalu, larangan ini mungkin berkaitan dengan penerangan yang terbatas. Sehingga ada kemungkinan barang berharga ikut terbuang saat menyapu. Terlepas dari kepercayaan itu, pantangan ini menjadi salah satu mitos rumah tangga yang masih diwariskan turun temurun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber