
Banyuwangi (ANTARA) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyemangati lima orang penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung (Sumatra) yang merupakan korban selamat pada insiden kapal terbakar di penyeberangan Bakauheni (Lampung/Sumatra)-Merak (Cilegon, Banten).
Ipuk menghubungi lima penari Gandrung Sewu itu melalui panggilan video (video call) dan menyapa para penari dan pendamping yang selamat guna memastikan kondisi mereka dari Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu.
Dalam percakapan itu, Bupati Ipuk memberi semangat agar tetap tabah dan menjaga kondisi kesehatan setelah kejadian yang mereka alami. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut serta berharap seluruh penari dapat tiba di Banyuwangi dalam keadaan selamat.
“Bagaimana kabar anak-anak semua? Sehat-sehat ya? Saya sangat khawatir kondisi kalian,” tuturnya, mengawali panggilan video dengan pendamping penari, Suprianto.
Saat dihubungi, para penari gandrung dari luar daerah itu diketahui sedang melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus setelah insiden kebakaran kapal.
Meski mengalami insiden kapal yang ditumpanginya terbakar, mereka mengaku tetap akan melanjutkan tampil di pergelaran Gandrung Sewu, pada Sabtu (24/10) malam.
“Nanti ada kendaraan dari pemda menjemput kalian di terminal bus terakhir, dan Pemkab Banyuwangi akan memfasilitasi keperluan kalian selama di Banyuwangi, termasuk juga hingga kalian kembali ke Lampung dan Palembang nantinya,” kata Ipuk.
Di tengah musibah tersebut, para penari untuk tampil dalam pertunjukan Gandrung Sewu tetap bersemangat, dan mereka menyatakan tetap bertekad menari dalam perhelatan budaya tahunan kebanggaan Banyuwangi itu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber