Kediri (ANTARA) – Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, memperkuat peran kader kesehatan dan petugas surveilans untuk mendeteksi dini penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Rini Hidayat mengatakan kader kesehatan memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat membantu menemukan gejala yang mencurigakan sejak dini.

“Kami berharap kader kesehatan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat, terutama mengenai manfaat imunisasi, jadwal pemberian imunisasi, serta pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai ketentuan,” katanya di Kediri, Rabu.

Ia juga berharap kader dapat memotivasi masyarakat agar lebih memahami manfaat imunisasi dan berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Menurut Rini, surveilans epidemiologi berperan dalam mendeteksi dan memantau kemungkinan munculnya kasus penyakit agar dapat segera ditindaklanjuti. Deteksi dini dan pelaporan yang cepat diperlukan untuk mencegah penularan lebih luas serta menekan risiko KLB.

Sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, infeksi human papillomavirus (HPV), campak, dan rubela.

Rini juga menyoroti tren penurunan capaian imunisasi di Kota Kediri dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelengkapan imunisasi berperan dalam membentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Oleh karena itu, pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi perlu terus diperkuat, termasuk dalam menyikapi informasi yang kurang tepat mengenai efek samping atau kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *