
Banda Aceh (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui partisipasi dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut mencatatkan transaksi hingga Rp1,218 triliun sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha Jawa Timur dan Aceh.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Aceh H. Fadhulullah, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta jajaran pemerintah dan pelaku usaha dari kedua daerah. Kehadiran Bank Jatim menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mendorong UMKM binaan agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Winardi menjelaskan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Bank Jatim mengikutsertakan tiga UMKM binaannya untuk memperkenalkan produk unggulan kepada calon pembeli dan mitra bisnis di Banda Aceh. Ketiganya adalah Masnia Collection dari Pasuruan yang bergerak di bidang pakaian bordir, Sharleez Skincare dari Surabaya yang menawarkan produk perawatan kulit, serta Batik Gajah Mungkur dari Gresik yang menghadirkan produk batik.
Partisipasi ketiga UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Jatim mendukung pengembangan usaha sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Aceh.
“Bank Jatim memandang Misi Dagang dan Investasi ini sebagai momentum strategis untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas. Kami ingin memastikan bahwa UMKM binaan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan produk unggulan, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, kami berharap UMKM Jawa Timur dapat terus berkembang, naik kelas, dan semakin kompetitif di pasar nasional maupun global,” ujar Winardi.
Menurutnya, perluasan pasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha UMKM. Karena itu, keterlibatan dalam forum perdagangan dan investasi seperti ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan kualitas produk, memahami kebutuhan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama dengan mitra potensial dari berbagai daerah.
“Melalui partisipasi dalam Misi Dagang dan Investasi ini, Bank Jatim berharap hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Aceh semakin erat, peluang investasi semakin terbuka, dan semakin banyak UMKM yang mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Ke depan, Bank Jatim akan terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui sinergi lintas sektor, perluasan akses pasar, dan peningkatan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi Masyarakat,” pungkas Winardi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang merupakan instrumen strategis pemerintah untuk membuka peluang perdagangan, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber